Kamis, 25 September 2014

Sejarah Pohon Jenitri Sampai Ke Indonesia



Sekitar 150 tahun lalu orang India itu tinggal di Kauman, Kebumen. Dia menitipkan pohon jenitri kepada seseorang santri yang mengaji di masjid daerah Kauman tersebut. Orang India itu lalu memberikan bimbingan dari mulai menanam pohonnya hingga panen buah jenitri.

Orang India yang namanya diganti Mukti itu juga menampung buah jenitri untuk dibawa ke negaranya. Dia menghargai satu butir jenitri begitu tinggi. Hingga kemudian yang menanam pohon jenitri itu bertambah banyak dan lahannya makin luas. Masyarakat Desa Penusupan pun kemudian beramai-ramai menanam pohon jenitri.

Cara menanam juga perlu diperhatikan. Terlebih dahulu membuat lubang selebar 30 cm, dengan kedalaman sekitar 30 cm. Lubang tersebut diberi pupuk kandang dan dibiarkan terlebih dahulu selama kurang lebih 10 hari. Selanjutnya ditanam dan diberi pupuk untuk kali pertama. Pohon jenitri juga bisa ditanam di pot.

Apa itu Jenidri ?
Rudraksha-sebutan jenitri di India adalah tanaman setinggi 25-30 m dengan batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Dalam bahasa India, rudraksa berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata. Sehingga arti keseluruhan: mata Siwa. Sesuai namanya, orang

Hindu meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa yang menitik ke bumi.

Tetesan air mata itu tumbuh menjadi pohon rudraksa.

Mata Siwa
Di Indonesia, biji titisan Dewa Siwa itu populer dengan nama ganitri, genitri, atau jenitri. Indonesia merupakan pengekspor dan produksen terbesar di dunia. Pohon jenitri atau bahasa latinnya Elaeocarpus ganitrus banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor. Indonesia memasok 70% kebutuhan jenitri yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara paling banyak menggunakan rudaksa hanya memproduksi 5%.

Menurut Ir. Komari, peneliti dari Pusat Penelitian Institut Teknologi Bandung, biji-biji jenitri keras dan awet, bisa digunakan untuk 8 generasi. Kecuali ukuran, setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhis berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga 21 mukhis yang memiliki perbedaan arti.

INI TINGKATAN JENIDRI
(Mukis yaitu jumlah serat jenidri / garis lekukannya)
(Mukhis rata 2 dibawah 8)
(Mukhis istimewa 8-30 makin tinggi makin langka)

Semakin banyak mukhis harganya kian tinggi.

Manfaat jenitri bukan sekadar alat 'hitung' dalam berdoa laiknya tasbih bagi kaum Muslim atau rosario bagi umat Nasrani.

Biji jenitri juga berfungsi menghilangkan stres ????

Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy dari Benaras Hindu University. Penelitiannya mengungkap “utrasum bead“ -sebutan jenitri di Amerika-biji jenitri mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Ia mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh.

Efek itu diperoleh lantaran biji sima-sebutan jenitri di Sulawesi Selatan-memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik, kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik. Karena itu biji jenitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya, otak merasa tenang dan menghasilkan pikiran positif.

Sebetulnya, komposisi kimia jenitri tak beda jauh dengan buah lainnya. Antara lain 50,024% karbon, 17,798% hidrogen, 0,9461% nitrogen, dan 30,4531% oksigen. Beberapa elemen mikro dalam biji tanaman anggota famili Elaeocarpaceae itu adalah aluminum, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.

Panasea
Pembeda jenitri dan buah lain terungkap melalui riset Institut Teknologi India. Jenitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Saat digunakan untuk berdoa, misalnya, jenitri memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin.

Gara-gara itulah jenitri dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental.

Jenitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati.

Cara Pakai :
Ia berguna saat dikalungkan di leher ataupun diminum air rebusan. Caranya? Biji jenitri direndam semalam lalu diminum saat perut kosong.

Itu terbukti efektif meredam hipertensi dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah turun bila dibarengi dengan mengalungkan jenitri di leher. Khasiat lain, jenitri berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker, dan pembengkakan.

Begitulah riset sahih Singh RK dari Departemen Farmakologi, Banaras Hindu University, India. Ia menggunakan berbagai larutan seperti petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk melarutkan 200 mg/kg buah jenitri kering. Larutan jenitri hasil perendaman selama 30-45 menit itu menunjukkan sifat antipembengkakan radang akut dan nonakut pada tikus yang dilukai.

Di luar itu, jenitri menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada tikus terinjeksi.

Uji praklinis yang melibatkan babi sebagai satwa percobaan, membuktikan jenitri mencegah kerusakan paru-paru. Sebelumnya, babi diinduksi pemicu luka, histamin, dan asetilkoline aerosol. Meski diberi zat perusak paru-paru, organ pernapasan babi-babi itu tetap baik.

Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam jenitri melindungi paru-paru. Keempat zat organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung 28 jenis bakteri gram positif dan negatif enyah oleh ekstrak jenitri antara lain Salmonella typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigella flexnerii, dan Shigela sonneii. Waw mantep gan !!!!

Menurut A B. Ray dari Department of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University, India, alkaloid yang terkandung dalam jenitri: pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkhasiat meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram buah Elaeocarpus ganitrus kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.


Jenitri sebagai Pengisap polutan

Ada lagi peran lain yang dimainkan oleh genitri sebagaimana hasil riset Dwiarum Setyoningtyas dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung: jenitri sebagai penyerap polutan. Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan.

Ke dalam kedua kotak kaca diembuskan emisi gas buang dari hasil pembakaran tiga jenis bahan bakar yang memiliki kandungan biodiesel yang berbeda. Yaitu 10% biodiesel (B-10), 5% biodiesel (B-5), dan 0% biodiesel (B-0) sebagai pembanding. Hasilnya, tingkat pencemaran dari ketiga jenis emisi bahan bakar dalam kotak kaca berisi jenitri tercatat lebih rendah (sulfur oksida 0,81 ? 0,38 ppm, nitrogen oksida 0,49 ? 0,01 ppm, dan karbon monoksida 1,36 ? 0,71 ppm).

Bandingkan dengan kotak kaca tanpa jenitri yang pencemarannya lebih tinggi. Untuk ke-3 zat kimia itu masing-masing 5,15 ? 1,77 ppm, 0,75 ? 0,15 ppm, dan 2,34 ? 1,36 ppm. Kesimpulannya genitri berperan menurunkan tingkat pencemaran. Itu sebabnya, 'Jenitri digunakan sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang,' kata Eka Budianta, budayawan.








Kamis, 18 September 2014

Manfaat Pengobatan Rudraksha (Ganitri)


Oleh: Saravana Kumar
'Let your religion be less of a theory and more of a love affair-G.K. Chesterton' photo (c) 2008, Sharan Ranjit - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/
Rudraksha adalah cemara besar berdaun lebar yang bijinya secara tradisional digunakan sebagai tasbih dalam agama Hindu. Tumbuhan dalam genus Elaeocarpusini memiliki beberapa spesies, di antaranya adalah E. Ganitrus. NamaGanitrus ini mungkin diambil dariganitri, sebutannya dalam bahasa Sunda dan Melayu. Rudraksha tumbuh di daerah aliran sungai Gangga di kaki pegunungan Himalaya sampai ke Asia Tenggara, New Guinea, Australia, Guam, dan Hawaii.
Rudraksha telah diidentifikasi sebagai obat sejak 1500 SM di India. Sejak saat itu, banyak penelitian telah dilakukan oleh para dokter Ayurvedik India untuk lebih memanfaatkan Rudraksha sebagai obat potensial.

Sifat elektromagnetik

Sebelum digunakan sebagai obat dalam tradisi Ayurveda, Rudraksha telah ditemukan memiliki kekuatan penyembuhan yang besar dengan memakainya. Kekuatan penyembuhan Rudraksha berasal dari sifat elektromagnetiknya. Ketika manik-manik Rudraksha ditempatkan di atas jantung, mereka bertindak untuk menstabilkan denyut jantung. Seperti magnet, manik-manik itu bekerja dengan prinsip Polaritas Dinamis (Dynamic Polarity) di mana impuls listrik dan induksi halus dipancarkan dengan polaritas dan intensitas yang berlawanan. Dengan demikian, kekuatan penyeimbang secara proporsional diberikan pada jantung untuk mengatur jika denyutannya di atas atau di bawah tingkat normal. Tindakan ini membantu untuk memastikan sirkulasi darah yang ideal dalam tubuh.

Khasiat obat

Dalam pengobatan Ayurvedik, biji dan buah Rudraksha digunakan untuk segala macam penyakit yang telah terbukti secara ilmiah. Khasiatnya sebagai obat termasuk:
  • Sebagai anti-inflamasi yang dapat mengurangi rasa sakit arthritis dan efektif terhadap infeksi jamur seperti Candida albicans (kandidiasis).
  • Sebagai anti-nyeri (analgesik) yang membantu dalam menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala.
  • Sebagai anti-kejang yang berguna dalam mengobati neuralgia dan epilepsi.
  • Meringankan gejala asma, masalah bronkial dan batuk.
  • Menurunkan kadar kolesterol darah, melindungi jantung dan menurunkan tekanan darah.
  • Mengendurkan otot-otot halus dalam tubuh dan menyembuhkan ulkus.
  • Sebagai anti-depresan untuk menurunkan tingkat kecemasan dan sebagai obat penenang ringan, telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan untuk kegilaan, masalah mental dan insomnia.
  • Untuk mengobati penyakit-penyakit lainnya seperti masuk angin, demam dan penyakit kuning.

Resep pengobatan

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan Rudraksha dalam pengobatan Ayurvedik :
  • Ketika lidah retak, tumpul rasa (tastelessness) atau baal, berkumur dengan rebusan Rudraksha sangat efektif untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Rebus 9 biji Rudraksha dengan 200 ml minyak Jahe dan 90 daun Tulsi selama 30 menit dan saring. Kemudian terapkan hangat-hangat minyak ramuan itu pada dada untuk menyembuhkan sakit radang paru-paru dan nyeri dada spasmatik.
  • Dalam kasus pembengkakan lutut dan sendi lain, campur bubuk Rudraksha dengan bubuk daun apel dalam jumlah yang sama. Bersama dengan minyak mustard hangat,  terapkan pada bagian yang sakit.
  • Untuk kelemahan saraf,  konsumsi takaran yang sama Rudraksha churna, Pearl Bhasma dan coral bhasma 2 gram secara harian untuk hasil yang lebih baik.
  • Untuk batuk kronis, terutama batuk yang berdahak, konsumsi campuran pasta Rudraksha dengan pasta Tulsi (Holy basil) yang kering dan madu.
  • Untuk penyembuhan kolesterol tinggi dalam darah, rebus secangkir susu dengan satu Rudraksha dan satu siung bawang putih. Setelah susu direbus, biji Rudraksha dibuang tetapi bawang putih dikonsumsi bersama dengan susu. Lakukan secara teratur selama 3 bulan.
  • Rendam 3 biji Rudraksha dengan air satu gelas ukuran sedang dan satu siung bawang putih selama satu malam.  Konsumsi selama 60 hari untuk menyembuhkan penyakit jantung.
  • Rendam Rudraksha dalam secangkir air selama satu malam. Minumlah air tersebut pagi-pagi saat perut kosong  untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
  • Campur pasta Rudraksha dengan kulit kayu Neem dan madu dalam jumlah sama. Gunakan secara internal untuk mendapatkan hasil yang sangat baik pada cacar dan cacar air.
  • Campur 2 gram pasta Rudraksha dengan 2 gram jus jahe dan gunakan secara internal sekali sehari untuk menormalkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan.
  • Campur bubuk Rudraksha dengan madu secukupnya. Konsumsi sebagai selai untuk menyembuhkan mati rasa dan menyehatkan sistem saraf.
  • Untuk sensasi mata  terbakar dan konjungtivitis,  rendam Rudraksha dalam air mawar selama satu jam lalu gunakan air itu sebagai tetes mata.
  • Rebus Rudraksha dalam secangkir susu. Setelah susu didinginkan, buang biji Rudraksha dan minum susu itu sebelum tidur selama 40 hari untuk mengatasi masalah mental, meningkatkan daya memori dan kesehatan umum.
  • Untuk flek hitam di wajah, campur pasta Rudraksha dengan bubuk Cendana dan diterapkan secara eksternal di tempat flek.
  • Untuk sakit kepala, terapkan pasta Rudraksha dan jahe kering pada dahi untuk meringankan rasa sakit.
  • Dalam kasus bronkitis pada anak-anak, campur 1 gram bubuk Rudraksha dengan madu.  Berikan secara internal setiap jam untuk membantu mengeluarkan dahak.
  • Terapkan pasta Rudraksha dan kayu Cendana pada kelopak mata di malam hari untuk menyembuhkan perlengketan kelopak mata dan menyegarkan mata.
  • Untuk arthritis rematik, konsumsi pasta yang dibuat dari dua bagian bubuk Rudraksha, satu bagian jahe kering, satu bagian lada dan satu bagian pippali.

Kesimpulan

Bahkan ketika seluruh dunia telah beralih ke pengobatan modern, pengobatan herbal alami masih menyediakan beberapa obat penting bagi umat manusia. Dalam dunia yang serba modern saat ini, pencarian untuk pengobatan herbal telah berkurang dan terlupakan. Jika situasi ini terus berlanjut, generasi masa depan kita tidak akan mengetahui kepentingan dan daya penyembuhan paripurna yang dapat disediakan oleh obat-obatan herbal. Bahkan, ada penyakit-penyakit tertentu yang tidak dapat diobati dengan obat modern, tetapi dapat diobati dengan obat herbal alami. Oleh karena itu, obat herbal harus dijaga dan dilindungi sebagai obat alternatif dan demi kebaikan generasi mendatang.
Tentang Penulis:
Saravana Kumar adalah mahasiswa Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Bandung. 

RUDRAKSHA (GENITRI) UNTUK KEMAKMURAN, KESEHATAN, KEDAMAIAN DAN KEMAJUAN SPIRITUAL

Apa itu Rudraksha

Rudraksha (Genitri) atau Elaeocarpus Ganitrus termasuk jenis pohon besar berdaun lebar, dengan tinggimaksimal dapat mencapai 25 s/d 30 meter. Memiliki batang yang tegak dan bulat berwarna cokelat, daunnya berbentuk tepian bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Bijinya kerasawet dan bisadigunakan hingga delapan generasi.

Biji rudraksha identik digunakan sebagai bahan utama mala terbaik untuk melakukan japa. Dalam bahasasansekerta, rudraksha berasal dari kata rudra yang berarti Dewa Shiwa dan aksa yang berarti mata. Sehingga arti keseluruhan rudraksha adalah mata Dewa Shiwa. Sebutan ini berasal dari sebuah legenda Hindu, dimana Dewa Shiva terbangun dari sebuah periode meditasi yang sangat panjang, karena merasa terharu, air mata beliau menetes. Satu tetes air mata itu kemudian tumbuh menjadi pohon rudraksha.

Di Indonesia, manifestasi air mata Dewa Shiva itu populer dengan sebutan ganitri, genitri atau jenitri.Indonesia merupakan penghasil biji rudraksha terbesar di dunia. Indonesia memasok 70% kebutuhan rudraksha yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara yang paling banyak menggunakan rudraksha hanya memproduksi 5% saja. Menurut hasil penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor, pohon Elaeocarpus Ganitrusbanyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan dan Bali.

Manfaat dan Kegunaan

Selama ribuan tahun, rudraksha banyak digunakan oleh para yogi di India, Nepal dan Himalaya untuk mencapai pencerahan dan pembebasan. Rudraksha bukan hanya sekedar sebagai alat hitung dalammelakukan japa (mantra yoga), melainkan juga sebagai sarana untuk meremajakan pikirantubuh dan jiwa, sehingga kualitas hidup secara keseluruhan dapat ditingkatkan. Tidak hanya itu, rudraksha juga banyak digunakan pada bidang kesehatan sebagai bahan berbagai obat-obatan Ayur Veda.

Menurut hasil penelitian Dr
. Suhas Roy dari Indian Institute of Technology di Banaras India pada tahun 1993, sifat bioelektrokimia pada biji rudraksha dapat mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung dan merangsang sistem otak pusat. Hasilnya akan timbul perasaan tenang, damai dan berpikiran positif.

Dalam riset lain dari Indian Institute of Technologydiketahui bahwa biji rudraksha memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Artinya ketika misalnya digunakan untuk melakukan japa, rudraksha memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan faraday, yang muncul dari hasil konduksi elektron alkalin. Karena itulah rudraksha diyakini dapat mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai gangguan psikologi lainnya.

Dari hasil riset Singh R.K. dari Departement of Pharmacology, Banaras Hindu University India, diketahui bahwa biji rudraksha tidak saja berkhasiat saat dikalungkan di leher tapi juga bagus untuk diminum air rendaman atau rebusannya, karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Biji rudraksha direndam semalamlalu diminum saat perut kosong. Bila disertai dengan mengalungkan rudraksha di leher, dalamtujuh hari terbukti efektif meredam hipertensi, memastikan sirkulasi darah yang ideal untuk tubuh dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Rudraksha juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker dan radang. Glikosida, teroid, alkaloid dan flavonoid yang terkandung dalam rudrakshabaik untuk kesehatan paru-paru.

Hasil riset A
.B. Ray dari Departement of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University India,menunjukkan bahwa senyawa alkaloid yang terkandung dalam rudraksha antara lain : pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine dan elaeocarpiline. Senyawa tersebut memiliki khasiat untuk meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram biji rudraksha kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.

Kehebatan Rudraksha

Sepanjang sejarah pengobatan kuno india, yaitu Ayur Veda, biji dan mukhi (muka) rudraksha seringkali dipergunakan dalam berbagai jenis perawatan tubuh dan mengobati berbagai jenis penyakit. Setiap mukhi biji rudraksha dipercaya memiliki manfaat spesifik dan kekuatan khusus dalam mengubah cara pandang dan kepribadian seseorang. Sifat elektromagnetik yang kuat, paramagnetik dan sifat induktif yang dimiliki rudraksha, dapat menimbulkan impuls listrik dikirim ke otak, merangsang pusat otak tertentu yang menyebabkan transformasi positif dalam cara pandangan, kharisma, kepribadian, dan kepercayaan diri pada para pemakai biji rudraksha.

Dalam budaya timur,
 biji rudraksha ini diyakini memiliki kekuatan spiritual dan supranatural. Artinya biji rudraksha memiliki keajaiban membantu menjalani hidup dengan lebih baik secara jasmani maupun rohani.

Biji rudraksa dapat memiliki sejumlah mukhi, mulai mukhi  1 s/d mukhi 38. Yang paling umum adalah mukhi 5 atau Pancamukhi Rudraksha. Mukhi yang paling langka adalah mukhi 1 atau Ekamukhi Rudrakshadan Trijuti Rudraksa.


Mukhi Rudraksha 1 s/d 21

Mukhi
Wujud
Manfaat
Bija Mantra
1
Shiwa
Kebahagiaan & Pembebasan
  Om Hrim Namah
2
Shiwa Parwati
Keinginan Terpenuhi & Kedamaian
  Om Namah
3
Agni
Keselamatan & Religius
  Om Klim Namah
4
Brahma
Kreativitas & Kecerdasan
  Om Hrim Namah
5
Panca Brahma
Perlindungan, Kebahagiaan & Peleburan Dosa
  Om Hrim Namah
6
Karttikeya
Kemakmuran, Ketenaran & Kekuatan
  Om Hrim Hum Namah
7
Lakshmi
Kemakmuran & Kesehatan
  Om Hum Namah
8
Ganesha
Panjang umur & Kebijaksanaan
  Om Hum Namah
9
Dhurga
Karunia Nawasakti (sembilan kekuatan)
  Om Hrim Hum Namah
10
Wisnu
Kedamaian & Perlindungan
  Om Hrim Namah
11
Rudra
Kekuatan Fisik-Mental & Kemenangan
  Om Hrim Hum Namah
12
Raditya
Dihormati & Ketenaran
  Om Kraum Ksaum Raum  Namah
13
Wiswadewa
Keberuntungan & Kebajikan
  Om Hrum Namah
14
Shiwa
Mengaktifkan Mata Ketiga & Meningkatkan Intuisi
  Om Namah Shiva Ya
15
Pasupati
Meningkatkan Ide & Intuisi
  Om Namah Shiva Ya
16
Rama
Keselamatan Rumah Dari Kebakaran, Pencurian & Perampokan
  Om Namah Shiva Ya
17
Wiswakarma
KeberuntungaDalam Investasi & Properti
  Om Namah Shiva Ya
18
Pertiwi
Kebahagiaan & Kesehatan Wanita Hamil
  Om Namah Shiva Ya
19
Narayana
Terbebas Dari Kesulitan ekonomi
  Om Namah Shiva Ya
20
Brahma
Spiritual & Penglihatan
  Om Namah Shiva Ya
21
Kuwera
Kemakmuran & Keberuntungan
  Om Namah Shiva Ya

Mukhi Rudraksha Yang Unik

Garbha Gauri
UntuWanita Yang Ingin Punya Anak, Yang Akan Melahirkan & KeharmonisanKeluarga
Gauri Shankar
UntuKeharmonisan Keluarga (Dikenakan Oleh Laki-laki)
Ganesha
UntuKesuksesan DalaKerjasama & Kebijaksanaan
Trijuti
Memperoleh Karunia Brahma, Wisnu & Maheswara
http://shankararudraksha.blogspot.com/

Jumat, 01 Agustus 2014

Mangsa Kaso (23 Juni–2 Agustus)

Secara Umum - Mangsa “Kaso”.

Mangsa “Kaso” ini mempunyai sifat; pendiam, bicaranya seperlunya, tetapi pencemburu. Tidak mau kalah dalam mempertahankan pendapatnya. Hobinya menyendiri dan menyepi. Berbakat menjadi Paranormal, atau menyukai hal-hal yang bersifat Spiritual. Tetapi satu hal yang sering mengganggu dan merisaukan hatinya ialah kegelisahan hatinya disebabkan oleh nafsu dan ambisinya yang sangat besar. Ibarat “Bintang dan Bulan Kesiangan” artinya; terang hatinya tetapi tidak bercahaya.

Perasaannya sangat halus, mudah tersinggung dan terluka hatinya hanya oleh sepatah kata yang agak kasar. Walaupun demikian orang kelahiran Mangsa “Kaso” (ke 1) ini pada sisi lain terdapat watak yang bertolak belakang, terpengaruh oleh sifat yang penuh kasih sayang dan welas asih.
Kekuatan sifat pada sisi lain ini mempunyai sifat kasih sayang kepada sesama, bersopan santun dan pandai menghargai orang lain. Halus tutur katanya, tidak pernah melukai hati orang lain. Sehingga dipandang sangat simpati dan pandai membawa diri. Bahkan dalam menegur dan mengecam orang yang dipandang bersalah atau membuat kesalahan-pun mempergunakan kata-kata yang halus. Dengan demikian dia berharap orang itu tidak tersinggung dan mau menyadari kesalahannya. Oleh karenanya orang menghormatinya.
Orang yang terlahir dalam Mangsa “Kaso”, bila mau mempergunakan rasionya dalam segala tindakannya, dia akan menjadi orang yang besar. Dalam arti dia dapat tampil di masyarakat sebagai orang yang mempunyai pengaruh luar biasa. Bahkan penampilannya bisa sangat menarik, banyak sahabatnya. Pandai menyembunyikan perasaan, juga pandai berdiplomasi.
Walaupun begitu orang kelahiran Mangsa “Kaso” ini sering bertindak tergesa-gesa, tidak sabar dalam melakukan suatu pekerjaan. Bahkan sering pula melakukan hal-hal yang sebenarnya sulit atau tidak mungkin, menyukai hal-hal yang baru dan hebat. Berusaha menjadi penemu yang canggih yang tidak mungkin bagi orang lain. Keinginannya sangat mutlak penuh khayalan, ibarat membangun istana di awan.

A. Keadaan Fisik .

Orang yang terlahir pada Mangsa “Kaso” pada umumnya memiliki postur/bentuk tubuh yang bulat, dengan raut wajah bulat telur dan selalu berseri-seri. Dahinya lebar, menandakan kecerdasan otaknya. Matanya bening dan lebar.

Tetapi tangan dan kakinya tidak seimbang dengan besar tubuhnya. Walaupun dia
bertubuh besar, tetapi kakinya kecil, tangannya pun kecil juga. Jari-jemarinya lentik, ibarat penari serimpi.

Rambut orang kelahiran Mangsa “Kaso” pada umumnya berwarna kecoklatan, tetapi banyak juga yang hitam. Sedangkan alisnya jarang yang tumbuh subur, alis tipis. Tetapi bentuk alisnya melebar tipis, ada pula yang terpotong. Di dekat pangkal hidung tumbuh agak tebal, sampai di ujung alis menipis bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali.

Kalau ada yang beralis sepotong tersebut, maka dia mempunyai nasib kurang menyenangkan dikalangan saudara-saudaranya. Karena semua perbuatannya dipandang tidak baik bagi saudara-saudaranya, walupun dia berusaha untuk berbuat sebaik mungkin. Jadinya sering serba salah.
Pada umumnya orang-orang yang terlahir dalam Mangso “Kaso” ini, baik pria maupun wanitanya adalah orang-orang yang memiliki paras muka yang cakap. Disamping itu banyak pula wanita cantik “Kaso” ini yang mempunyai karier kelas Internasional.

B. Keadaan Masa Kanak-kanak.

Anak-anak yang kelahiran Mangsa “Kaso” ini pada masa kanak-kanak mudah sekali terserang batuk, sakit perut, bahkan ada pula yang terkena sakit liver. Kesehatan sering terganggu, lebih-lebih pada musim hujan. Karena anak-anak “Kaso” umumnya senang main air.

Dalam perwatakan sudah mulai nampak sifat keras kepala, tetapi berperasaan peka, mudah tersinggung. Kalau dia minta sesuatu tidak dikabulkan seketika itu, dia akan ngambek sampai berhari-hari. Tidak mau tahu, mengapa permintaannya itu belum dikabulkan saat itu. Kalau kemudian dikabulkan, maka dia akan menolaknya. Oleh karenanya sering orang lain salah faham dan terjadi pertengkaran.

Anak “Kaso” mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Mudah sekali menerima pelajaran, bahkan ada yang jenius. Bisa mengingat-ingat segala peristiwa, walau sudah bertahun-tahun lampau akan diingatnya seumur hidup. Kecerdasan dan kejeniusan anak “Kaso” melebihi anak-anak lain dari kelahiran Mangsa lainnya.
Adapun wataknya akan berkembang dengan baik, bila mendapatkan bimbingan yang baik pula dari orang tua. Didalam pergaulan dia mudah sekali tersentuh hatinya. Bahkan dia mau berkorban untuk menolong anak lainnya yang telah menceritakan kesusahannya padanya. Secara global sifat anak kelahiran Mangsa “Kaso” ini adalah pendamba cinta kasih. Juga pecinta kebersihan, kerapian dan ilmu pengetahuan.

Hubungannya dengan keluarga sebenarnya sangat akrab, seolah hidupnya diabdikan untuk orang lain dan keluarga. Dalam pergaulan umum, sangat menyenangkan, bertanggung jawab, dia berani bertindak untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan kawan-kawannya. Maka tidak mustahil kalau dikalangan anak-anak sebaya, baginya mendapat tempat terhormat, disegani, dihormati dan sering tampil sebgai ketua kelompok, ketua kelas atau ketua regu dalam kepramukan.

Bila bermusuhan dengan sesorang, mudah sekali memaafkan bila musuhnya bersedia mendekati dia dan minta maaf atau mau berbaikan kembali. Tetatpi kadang-kadang anak “Kaso” itu dapat juga menjadi tersinggung atau marah, walau hanya sepatah kata yang mungkin oleh kawannya itu tidak sengaja diucapkannya. Tetapi dia dapat baik kembali dan memaafkannya setelah kawannya tadi menyadari kesalahan ucap dan minta maaf padanya.

Dalam prestasi bagi anak “Kaso” bukan sesuatu yang mustahil. Karena dia memang dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan. Tetapi juga ada hal-hal yang harus dihindarkan dari dia, yaitu perbuatan-perbuatan yang tidak baik, sadisme, kekerasan dan cabul. Karena hal itu akan terekam dalam benak bawah sadarnya, untuk seumur hidup akan dikenang. Mempengaruhi jiwanya dan bias saja anak “Kaso” untuk menjadi orang sadis, keji dan kejam.

Karena mendapat pengaruh dari dua kekuatan dalam dirinya itulah, maka anak “Kaso” kadang mengalami kekacauan pikiran, depresi jatuh mental dan bimbang. Merasa takut dengan baying-bayang, kekuatiran akan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Kalau sudah begitu dia menjadi pemurung, mengurung diri dan tidak senang keributan.

Semasa masih balita hingga kanak-kanak adalah saat-saat yang paling pelik bagi seseorang, entah itu dari Mangsa apapun adanya. Karena masa-masa itu adalah pembentukan jiwanya untuk masa depan. Orang tua harus selalu waspada, berhati-hati dalam mengarahkan dan mendidik putra-putrinya, khususnya berkenaan dengan Mangsa “Kaso”, sehingga menjadi anak yang postif, tabah dan insan Pancasila seutuhnya. Menjadi manusia yang tangguh, terampil bermasyarakat dan bernegara.

C. Keadaan Masa Remaja.

Setelah mengalami benturan dan tempaan kehidupan semasa kanak-kanak, kini umurnya telah mencapai dewasa dengan melalui proses pendewasaannya.

Setelah mengalami proses pendawasaan, maka anak “Kaso” tumbuh menjadi laki-laki atau wanita yang dewasa dan penuh keterampilan. Kecerdasannya dapat dimanfaatkan dengan baik, serta sanggup mengatasi segala macam kesulitan, baik yang terjadi dalam kelompok pergaulannya maupun dalam rumah tangganya.

Dia dapat menjadi pelindung yang penuh kearifan, karena dia menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan. Oleh karenanya dia sangat menonjol di tengah-tengah masyarakat. Bahkan dia sangat menonjol dalam pergaulan, cepat mendapat teman. Tentu saja karena penampilan dan tutur katanya yang lemah lembut, mengundang kesan simpati.

Namun ada pula kelemahannya, ialah pada lingkungan yang kacau balau semrawut, dia pun ikut kacau balau pula. Dikalangan orang-orang tidak bermoral, dia pun bisa terseret kedalam skandal-skandal yang memalukan. Dia mudah hanyut terbawa kedalam arus kehidupan, entah itu baik ataupun yang tidak baik. Semua itu terbawa oleh sifatnya yang perasa, mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungannya.


D. Ciri Yang Paling Mencolok.

Dikalangan pekerjaan pun dia juga serba tahu, karena dia mudah sekali memahami segala seluk-beluk dikantornya. Sifat tolerannya sangat tinggi sehingga dia sering membantu mengatasi kesulitan kawan sekerjanya. Tidak mengherankan kalau orang kelahiran Mangsa “Kaso” ini dapat menanjak kariernya dengan cepat, bahkan dia dapat menjadi pimpinan. Hal itu dapat terjadi kalau dia dapat Orang kelahiran “Kaso” mempunyai cirri khas dalam kehidupan sehari-hari yang paling mencolok dalam Hobi, Pergaulan dan Pandangan Spiritual-nya. Pada umumnya mereka mempunyai kesenangan mengumpulkan benda-benda bersejarah, barang antik dan barang-barang yang aneh. Baik batu-batu permata, fosil dan benda-benda yang bernilai sejarah.

Didalam pergaulan dia sangat popular, walaupun sepintas tampak pemalu, bahkan kadang orang salah faham menduga dia angkuh. Karena pemalu dan tidak mau kedahuluan orang lain. Dalam berkenalan, kalau didalam suatu pertemuan tidak segera memperkenalkan diri, maka dia sudah enggan untuk memperkenalkan diri. Pada kesempatan lain-pun dia sudah tidak mau lagi untuk berkenalan.

Padahal dia sangat toleran terhadap sesamanya. Mudah sekali larut dalam kedukaan orang lain., bersedia berkorban untuk kawan. Dalam cinta kasih dan sikap hidup berumah tangga, dia sangat mencintai keluarganya, khususnya anak-anak dan istri.

Dia betah tinggal berlama-lama didalam rumah. Pandai mengatur ruang tamu, dan interior rumahnya dia rancang sendiri. Dapat berjam-jam memandang pertamanan rumahnya, khususnya taman yang berada di dalam rumah. Maunya penataan ruang tamu setiap saat dia ubah susunannya. Itulah sebabnya dia lebih betah tinggal di rumah.

Daya khayalnya sangat tinggi, orang kelahiran Mangsa “Kaso” adalah pengkhayal nomor wahid. Sering mengkhayalkan membangun rumah-rumah mewah yang lengkap ad ataman, kandang-kandang burung, kolam ikan hias dan kolam renang.

Dia tahu khayalannya sangat berlebihan. Sering menghadapi kesulitan, bahkan kesulitan-kesulitan berat. Baik itu kesulitan bidang Ekonomi, Pekerjaan, Pergaulan dan Kesulitan-kesulitan lain.

Dia sangat mempercayai sesuatu Mukjizat dari Tuhan, mempercayai keajaiban. Suatu kenyataan dia selalu dapat terhindar dari bencana dan kegetiran. Pada saat kritis, biasanya ada saja yang dapat menolongnya. Oleah karenanya dia sangat menyukai hal-hal spiritual dan kegaiban. Tetapi sayangnya dia mempunyai sikap keras, tidak sabaran dan sepak terjangnya tergesa-gesa.


E. Ikatan Persahabatan.

Pada umumnya orang yang terlahir pada Mangsa “Kaso”, dia pintar bergaul dan terpandang. Tetapi sahabatnya hanya ada Satu Dua orang saja. Tanpa sengaja, artinya tanpa direncanakan terlebih dahulu dia akan menemukan sahabat-sahabatnya yang tepat.

Sahabat yang paling cocok yaitu orang yang terlahir dalam ;

Mangsa “Kalimo” (14 Oktober – 9 Nopember) adalah sahabat sejati.
Walaupun begitu, ada pula beberapa tipe orang yang cocok sebagai sahabat baginya, ialah orang yang terlahir pada ;
Mangsa “ Katelu” (26 Agustus – 18 September) karena orang ini dapat mengikuti jalan pikirannya.
Adalagi orang yang dapat menjadi sahabatnya ialah kelahiran ;
Mangsa “Kapitu” (23 Desember – 3 Pebruari) karena orang ini dapat mengikuti jalan pikirannya dan mengalah.
Adapun sahabat lainnya kelahiran ;
Mangsa “Kasongo” (2 Maret – 26 Maret), dan Mangsa “Desto” (20 April – 12 Mei). Sahabat-sahabat itulah orang-orang yang mendukung dan yang membuat suatu ikatan kerjasama yang erat, baik didalam pekerjaan maupun didalam pergaulan di masyarakat.

Dalam pergaulan orang kelahiran Mangsa “Kaso” kadang dapat sangat periang, tetapi kadang-kadang juga pendiam. Hal itu tergantung situasi dan kondisi pergaulan saat itu. Pada umumnya kegembiraan akan timbul kalau hatinya cocok dengan situasi saat itu, tidak akan malu-malu dan tidak dapat mengekangnya, maka rasa senang dan gembira itu akan tercetus dalam canda, tampaklah dia sangat menyenangkan pada saat itu. Tetapi bila dia tidak cocok, maka tampaklah dia terdiam dan bicara hanya secukupnya. Tampak penampilannya seperti orang angkuh.

F. Keadaan Kesehatan.

Seperti yang telah diutarakan, pada masa kanak-kanak bagi orang kelahiran Mangsa “Kaso” sering sekali terkena sakit perut, batuk, paru-paru, bahkan dapat pula terkena sakit liver dan reumatik.
Begitupun pada masa dewasa dan setelah tua, orang “Kaso” mempunyai gangguan penyakit pada bagian dada dan perut. Kalau dapat menjaganya, maka gangguan penyakit itu pun dapat dikurangi bahkan dapat dihilangkan.

Cara meningkatkan kesehatan yang terbaik adalah dengan mengatur cara makan, gizi dan keteraturan. Mengatur kehidupan dan penghidupan. Jangan pula memikirkan yang bukan-bukan, atau berkhayal yang berlebihan. Meningkatkan olah raga dan pernafasan. Manfaatkan kecerdasan untuk mengadakan riset dan membuat percobaan-percobaan ilmiah. Sehingga waktunya tidak terbuang untuk berandai-andai, yang akan menimbulkan pikiran-pikiran negatif dan mendatangkan penyakit.

Rongrongan penyakit pada masa kanak-kanak akan terus berkurang ketika meningkat dewasa, karena dia tahu menjaga kesehatan. Suatu yang menguntungkan adalah kegemarannya akan kebersihan dan kerapian. Hal tersebut menunjang upaya peningkatan kesehatan. Kegemarannya akan barang-barang antik, keindahan dan tanaman hias, memberikan kepuasan tersendiri. Suatu segi sarana penenangan jiwa dan penyegaran pikiran. Karena dengan tubuh yang sehat, pikiran segar akan terlahir gagasan-gagasan yang luar biasa. Orang yang terlahir Mangsa “Kaso” mempunyai banyak ide-ide cemerlang yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang kelahiran Mangsa lainnya.

Karena sesungguhnya banyak hal-hal ajaib yang dilakukan dan dialami oleh orang “Kaso”. Mereka yakin akan kebenaran hal itu.

G. Pekerjaan Yang Cocok/Karier.

Bagi orang yang terlahir pada Mangsa “Kaso”, ternyata mempunyai berbagai lapangan kerja yang cocok baginya. Apapun yang dikerjakannya dia cepat sekali beradaptasi dengan bidang pekerjaan yang digelutinya itu. Walaupun kadang orang “Kaso” cepat jenuh dan bosan dengan apa yang dicapainya.

Bahkan sebagaian dari mereka sering berganti-ganti pekerjaan, karena merasa belum menemukan pilihan pekerjaan yang cocok baginya. Walau begitu orang “Kaso” selalu dapat mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan padanya dengan baik. Baik itu pekerjaan yang dirasakan sulit, tetapi dia pasti dapat menyelesaikan dengannya dengan baik.

Berganti-gantinya pekerjaan itu disebabkan dia merasa kurang cocok. Maka dalam “Ilmu Horoskop Jawa” bidang pekerjaan itu dapat dibagi-bagi menurut Mangsa kelahirannya masing-masing. Sehingga menemukan kecocokan, dengan harapan suatu pekerjaan itu dapat dikerjakan dengan gembira, berhasil dan surprise. Dapat mengangkat derajat, karier dan kehidupan yang lebih baik lagi.
Dalam Horoskop Jawa untuk menentukan bidang profesi pekerjaan dibagi menjadi Tiga Kelompok. Masing –masing kelompok Hari dan Mangsa mempunyai pedoman pokok yang menentukan keberhasilan. Tetapi tidak pula menutup suatu kemungkinan yang luar biasa. Artinya ada pula pengecualian bagi mereka yang mempunyai kelebihan, jenius, atau abnormal, supranormal dan paranormal.

Tiga kelompok itu adalah bagi mereka yang terlahir pada kelompok sebagai berikut ;

Kelompok I : Kelahiran Hari Minggu, Rabu dan Jumat.
Mereka ini mempunyai pekerjaan yang menjurus kearah kebersihan, batiniah, keindahan dan kasih sayang.
Dalam kelompok ini penjabarannya sebagai berikut ;
Sebagai Pengarang, Wartawan, Artis Film, Penjual Barang-barang Kosmetik, Pedagang Barang Antik, Ahli Sejarah dan Pelukis. Adapun yang paling cocok adalah sebagai Pengarang atau Wartawan.

Kelompok II ; Kelahiran Hari Senin.
Mereka ini mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan watak pembawaan dan bakat yang terbawa sejak lahir ialah Bidang Makanan dan Pemerintahan.
Penjabarannya adalah sebagai berikut ;
Terutama mereka cocok sekali untuk menjadi Pengusaha Rumah Makan, karena kelahiran “Kaso” hari senin ini senang makan enak. Kemudian menjadi Pegawai Pemerintahan, karena tidak mau banyak repot memikirkan untung-rugi, maunya tiap bulan terima gaji. Kemudian menjadi Pedagang Barang Antik, karena dia pun gemar mengumpulkan barang-barang antik. Yang paling cocok adalah menjadi Pegawai.

Kelompok III : Kelahiran Hari Selasa, Kamis dan Sabtu.
Mereka ini dipengaruhi oleh sifat dan watak hari kelahirannya yang menjurus ke sifat Api, Petir dan Air. Artinya serba keras dan menakutkan.
Bidang pekerjaan yang paling cocok adalah sebagai berikut ;
Mereka cocok sebagai Ahli Bangunan, Tukang Batu, Tukang Kayu, Tukang Besi, Pengurus Museum, Perpustakaan, Wiraswasta, Bidang Perkapalan, Alat-alat Nelayan, Pemusik dan Toko Buku. Yang paling cocok adalah sebagai Ahli Bangunan.

Demikian pekerjaan yang paling cocok atau cocok, bagi mereka yang terlahir pada Mangsa “Kaso” sesuai dengan hari kelahirannya, bahwa apa yang telah diutarakan itu, merupakan garis-garis utama profesi. Terkadang juga dapat meleset bagi mereka yang mempunyai keistimewaan, jenius, mempunyai kelebihan sebagai Paranormal, Supranormal dan Abnormal.

H. Gambaran Tentang Rejeki.

Bagi mereka yang terlahir pada Mangsa “Kaso”, pada umumnya bidang rejeki cukup baik. Tetapi adapula yang keberhasilan ekonominya setelah umur 45thn (Empat Puluh Lima Tahun), adapula sejak masih muda sudah sukses.
Penelitian sistem Horoskop Jawa pada bidang ekonomi, bagi mereka yang terlahir pada Mangsa “Kaso” di bagi menjadi Tiga Kelompok hari lahir. Pembagian kelompok itu disebabkan berbagai efek dari pengaruh sifat hari kelahiran dalam Mangsa “Kaso”. Adalah seperti yang tercantum berikut ini ;

Kelompok I : Hari Minggu, Rabu dan Jumat.
Mereka ini terpengaruh daya pancaran gaib hari-hari kelahiran dari Mangsa “Kaso”. Pengaruhnya sangat kuat dalam bidang keberuntungan ekonomi keuangan pribadi. Rejeki dan keuangannya pasang surut tak menentu pada masa mudanya. Tetapi berkat ketekunan bekerja dan meningkatnya karier, maka setelah umur 35thn (Tiga Puluh Lima Tahun) rejekinya mulai membaik. Bahkan lebih baik lagi, karena akan mendapatkan keuntungan yang tidak terduga.

Kelompok II : Hari Senin.
Mereka ini terkena pengaruh pancaran gaib hari tersebut dalam Mangsa “Kaso”, pengaruhnya sangat kuat dalam bidang keberuntungan keuangan dan ekonomi pribadi. Sejak kecil tidak pernah mengalami kekurangan uang, sedangkan dalam bidang pekerjaan selalu dalam keadaan baik. Karena tepat memilih pekerjaan.
Walaupun begitu, orang kelahiran hari Senin pada Mangsa “Kaso” ini sangat Matrialistis, tetapi gampang rejekinya. Lebih-lebih setelah berumur lebih dari 45thn (Empat Puluh Lima Tahun), bisa menjadi seorang hartawan besar yang ternama.

Kelompok III : Hari Selasa, Kamis dan Sabtu.
Mereka ini mendapatkan pengaruh sifat kelahirannya ialah Mangsa dan Hari, yang menyatu dalam dirinya dan mempengaruhi daya dan gaya kehidupan, baik tentang keuangan maupun ekonomi pribadi.
Sesuai dengan sifat hari Selasa, Kamis dan Sabtu yang keras, berani, bijaksana, tegas dan welas asih. Maka begitu pula dalam tingkah mereka. Sehingga berpengaruh pula pada pelaksanaan penggunaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun rejekinya baik, tetapi banyak dihamburkan untuk kepentingan-kepentingan diluar anggaran pribadi. Artinya banyak dipergunakan untuk menolong orang lain. Lancar rejekinya, tetapi mudah mengeluarkan uang alias pemboros.

Pada umur 29thn (Dua Puluh Sembilan Tahun) telah berhasil mendapat keberuntungan, tetapi karena pemborosan dengan mempergunakan uang untuk kepentingan orang lain. Maka barulah setelah lewat umur 36thn (Tiga Puluh Enam Tahun) dapat sukses. Banyak orang yang menolongnya dengan tidak sengaja, tetapi banyak pula yang memusuhinya. Mereka yang memusuhi, adalah orang-orang yang iri padanya. Maka harus berhati-hati dalam memilih kawan, dan berhati-hati dalam segala langkah. Karena pada usia diatas 45thn (Empat Puluh Lima Tahun) dapat mencapai kegemilangan ekonomi dan keuangan. Sukses dan Dermawan.

I. Saat Yang Tepat Untuk Mengerjakan Sesuatu.

Semua umat manusia mempunyai keberuntungannya masing-masing. Garis kehidupan seseorang sesungguhnya telah dibuat oleh Tuhan sebelum manusia itu terlahir di bumi kita ini. Bahkan Tuhan telah berfirman bahwa “Allah sudah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rejeki”.

Dalam ilmu Horoskop Jawa tentang hal itu berdasarkan Mangsa kelahiran, ditemukan hari-hariyang baik dan saat-saat yang tepat untuk suatu pekerjaan agar sukses. Bahkan dalam ilmu Horoskop Jawa, ternyata datangnya suatu keberuntungan yang tak terduga itu ada.
Tetapi karena tidak mengetahui saat kapan kesempatan baik itu datang. Sehingga banyak kesempatan berlalu tanpa arti. Sesuatu yang sia-sia.

Adapun bagi kelahiran orang Mangsa “Kaso”, secara umum mempunyai saat terbaik untuk mengerjakan sesuatu adalah pada bulan Pebruari. Yang tepatnya sekitar 3 Pebruari – 28 Pebruari, harinya adalah Senin yang terbaik. Sehingga disarankan unutk memulai segala sesuatu yang bersifat urgent dan besar, haruslah memilih hari Senin sebagai perletakan batu pertama. Lebih baik lagi dipilih pada bulan Pebruari sekitar tgl 3 hingga tgl 28. Dengan demikian akan mendapat keberhasilan yang gemilang.

J. Hobi.

Orang yang terlahir dengan menempati Mangsa “Kaso” ini mempunyai bermacam-macam hobi. Tetapi semua hobi itu menjurus kepada  

- Kemanusiaan 
- Keindahan 
- Kebudayaan 
- Kesenian 
- Spiritual 
- Bertualang 
- Sosial 
- dan Menyendiri merenungi hidup.

K. Jodoh (Calon Suami/Istri yang tepat) .

Bagi orang yang dilahirkan dalam Mangsa “Kaso” dalam Horoskop Jawa, dalam hal perjodohan sudah ditakdirkan paling cocok dengan orang yang terlahir dalam Mangsa “Kalima” (14 Oktober – 9 Nopember).

Dengan pilihan yang tepat itu maka akan membuahkan keberhasilan, kerukunan, ketentraman dalam rumah tangga. Rumah tangga bahagia. Bila semuanya sudah cocok dan menurut garis-garis perjodohan yang semestinya, maka rumah tangga orang Mangsa “Kaso” itu tampak semarak dan damai.

Selain jodoh yang sudah ditetapkan tersebut, masih ada pula kemungkinan adanya kebaikan dan keserasian bila dengan kelahiran Mangsa “Katelu” (26 Agustus – 18 September) begitu pula mungkin dengan Mangsa “Kapitu” (23 Desember – 3 Pebruari) dapat juga dengan kelahiran Mangsa “Kasanga” (2 Maret – 26 Maret) dan ada pula kemungkinan dengan Mangsa “Desta” (20 April – 12 Mei).

Banyak orang yang terlahir dalam Mangsa “Kaso” ini menjalani jenjang perkawinan dalam usia masih muda. Tetapi kebanyakan perkawinan usia muda begitu tidak langgeng. Mereka akan bercerai, bahkan mengalami perceraian yang dramatis, karena orang “Kaso” gampang merasa terpukul.
Dalam perkawinan setelah umur 25thn (Dua Puluh Lima Tahun), maka perkawinan itu akan kuat dan teguh. Sebabnya dalam usia itu orang sudah dewasa dalam segala hal. Sudah dapat membuat pertimbangan dan ketetapan hati. Maka perkawinannya akan lebih mantap lagi setelah ia mencapai usia 30thn (Tiga Puluh Tahun) keatas.

Orang kelahiran Mangsa “Kaso”, akan jatuh hati dengan bujuk rayu yang lemah lembut. Begitu dia jatuh cinta, cintanya abadi dan setia seumur hidup tanpa reserve. Karena dia akan luluh lantak hatinya menghadapi sikap lemah lembut, manis, ramah dan sabar. Bila pendampingnya mempunyai sifat yang dia sukai itu, maka dia akan merasa sangat puas dan bahagia. Gairah hidupnya tiada padam-padamya, penuh dengan semangat hidup dan menjalankan kehidupan dengan sempurna pula. Orang “Kaso” sangat menyenangi suasana romantis.

Dalam hal seksual orang kelahiran Mangsa “Kaso” ini termasuk luar biasa hebat. Karenanya di dalam rumah tangganya tidak akan terdengar keluh kesah tentang pengabaian hal seks. Bahkan separoh dari hidupnya adalah untuk seksual, puas dan memuaskan.

Kegairahan seks orang kelahiran Mangsa “Kaso” itu, tidak saja pada kaum prianya, begitu juga kaum wanitanya. Bahkan dalam keadaan sedang menstruasi wanita kelairan Mangsa “Kaso” kadang meletup-letup gairah seksnya. Walaupun sebenarnya hubungan intim atau senggama pada waktu sedang dalam keadaan men situ mengganggu kesehatan, kadang tidak terbendung desakan gelora birahi yang merangsang wanita “Kaso”. Ini sekedar gambaran menggebunya gairah seksual bagi orang-orang kelahiran Mangsa “Kaso”.

L. Batu Permata .

Orang yang terlahir dalam Mangsa “Kaso”, ada beberapa batu permata yang cocok baginya. Batu permata yang cocok adalah batu-batu permata yang mempunyai efek bagi si pemakainya.

Adapun batu permata yang dikatakan cocok bagi pemakainya adalah batu itu mempunyai daya pengaruh yang kuat sekali bagi penyembuh penyakit si pemakai, yang dianjurkan untuk dipakai bagi seseorang yang mempunyai kelemahan sesuatu. Sedangkan batu itu akan menambah kekuatan padanya. 

Misalnya orang kelahiran Mangsa “Kaso” mempunyai kelemahan atau bakat penyakit pada hati atau perut. Maka Batu Aquamarin yang harus dipakainya. Karena konon Batu ini dapat menyembuhkan penyakit hati atau liver, penyakit pencernaan dan lemah badan.

Orang yang terlahir Mangsa “Kaso” ada beberapa batu permata yang cocok selain Aquamarin, juga terdapat Batu Jamrud, Mutiara, Mata Kucing, Kristal dan Biduri Bulan.
Pada prinsipnya dengan dipakainya batu-batu permata tadi akan lebih berguna dan lebih baik. Menetralkan pengaruh-pengaruh jahat dalam diri si pemakainya.

Misalnya Batu Mata Kucing, mempunyai daya ketabahan dan kesabaran. Maka cocok bagi orang kelahiran Mangsa “Kaso”, karena wataknya yang tidak sabar dan cemburuan bias berkurang, bahkan kalau Tuhan berkenan dia akan menjadi orang yang berkepribadian terbaik.


M. Warna Yang Serasi .

Bagi orang kelahiran Mangsa “Kaso”, ada beberapa warna yang serasi baginya. Serasi dalam arti manis dipandang, tetapi juga besar pengaruh psikologisnya. Karena dari warna-warna itu sesungguhnya terpancar gairah dan gejolak hati si pemakai. Kalau warna itu tidak cocok dengan hati maka orang itu tidak pas dan risih.

Adapun warna yang paling cocok bagi orang “Kaso” adalah Kuning, kemudian menyusul pilihan warna Biru, Hijau, Coklat dan Merah anggur.

N. Bunga .

Bunga yang paling baik bagi orang “Kaso” adalah Melati, Sedap malam dan Gardena – Ceplok Piring. Karena Wangi/Bau bunga-bunga tersebut bagi orang “Kaso” mempunyai pengaruh tersendiri. Dia akan hanyut dan kelembutan, hatinya akan terpancing bila mencium Wangi/Bau aroma bunga tersebut. Bangkitlah semangat hidupnya penuh damai dan kepastian.

Mangsa “Kaso” yang berotasi selama 41 hari, dimulai 23 Juni sampai dengan 2 Agustus, menandai adanya musim kemarau, dikiaskan “Bak Permata Terlepas Dari Cincin”.

Masa jayanya terdapat di Timur, pada Rasi Sungsang, Madangkungan, Cancer dan Watugunung. Dalam pengaruh dan naungan Mangsa “Kaso”, yang dapat dilihat di langit sebelah Timur sekitar jam 5 sampai dengan jam 7 pagi, pada 23 Juni – 2 Agustus, merupakan Rasi bintang-bintang. Kelahiran “Kaso” berwatak “Welas Asih”.