Sabtu, 05 April 2014

KAYU DEWANDARU

Dewandaru adalah salah satu jenis Pohon Langka yang oleh beberapa kalangan masyarakat dianggap sebagai Pohon Dewa yang membawa berkah keberuntungan, terutama yang tumbuh di Gunung Kawi Jawa - Timur dan Kepulauan Karimun Jawa - Jawa Tengah.

Adapun Tuah tersebut adalah :

  1. Bonsai/Tanaman yang sudah berusia 16 Tahun keatas terutama yang berasal dari Gunung Kawi, bila ditanam didepan rumah maka diyakini akan membawa berkah, serta anugerah keberuntungan yang besar bagi pemiliknya.
  2. Mempunyai Daya Pengasihan, menambah Kharisma, Keluhuran, Kemuliaan dan kewibawaan bagi pemiliknya.
  3. Menjaga Keselamatan, Anti Daya Negatif dan Mengusir gangguan Ghaib.
  4. Menolak hewan buas dan ular, serta menyembuhkan gigitan ular berbisa.
  5. Aroma Kayu Dewandaru yang dibakar digunakan sebagai sarana pencapaian kesempurnaan ilmu kanuragan.
  6. Daun dan buah Dewandaru yang berasal dari Makam Gunung Kawi bisa dijadikan pemancing datangnya rejeki.
Pantangan : Kurang baik jika dibawa di dalam pelayaran, karena sifat kayu Dewandaru diyakini dapat mengundang Badai laut.

Pohon Dewandaru memang sarat dengan Mitologi, bahkan dalam Pedalangan Jawa diceritakan ada seorang Pandhito Sinatriyo bernama Dewandaru yang menjadi rebutan kubu Pandawa dan Kurawa lantaran dipercaya menjadi kunci untuk menguasai Jagat.
Ini juga berkaitan dengan kepercayaan jawa yang mengenal adanya Pulung, Wahyu dan Ndaru yang ketiganya dianggap Anugerah Tuhan yang turun dari langit....:

  • Pulung : Warna cahaya biru cerah dan hijau terang, merupakan perpaduan cahaya-cahaya permata, emas dan timah.
  • Wahyu : Warna cahaya putih dan kuning cerah, perpaduan dari cahaya-cahaya permata, perak dan timah.
  • Ndaru Warna cahaya kuning seperti kunyit sebesar buah kelapa perpaduan cahaya emas, perak dan besi.
Selain itu juga dikenal Teluh dan Guntur yang dianggap suatu energi yang kurang baik dari langit :
  • Teluh : Warna cahaya merah ungu, perpaduan dari cahaya-cahaya timah, tembaga dan besi.
  • Guntur : Warna cahaya ungu terang, perpaduan dari cahaya-cahaya besi, garam dan belerang.

Tidak ada komentar: